Ads 468x60px

Monday, October 10, 2016

Implementasi Nilai dalam Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal



Sumber foto: http://sdsendangsari.blogspot.co.id/2009/05/pendidikan-berbasis-kearifan-lokal-dan.html


Pendidikan berbasis kearifan lokal atau keunggulan lokal adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan global dalam  aspek ekonomi, seni budaya, SDM, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain ke dalam kurikulum sekolah yang akhirnya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk persaingan global.

Pembelajaran berbasis kearifan lokal dipadu dengan pembelajaran IPS sangatlah cocok. Hal ini sesuai dengan tujuan IPS yaitu agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan untuk menyelesaikan masalah sosial yang terjadi di kehidupan siswa, sesuai dengan kemampuan belajarnya. Menurut Damayati (2014) pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk menananmkan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan tiga cara mengintegrasikan ke mata pelajaran, melalui mata pelajaran muatan lokal dan melalui pengembangan diri.
1.      Mengintegrasikan ke Mata Pelajaran IPS
Mengintegrasikan ke mata pelajaran IPS bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai tersebut dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku siswa sehari-hari melalui proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas. Pada dasarnya kegiatan [embelajaran, selain untuk menjadikan siswa menguasai kompetensi (mteri) yang ditargetkan, juga dirancang untuk menjadikan siswa mengenal, menyaari/peduli dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku.
Pada setiap mata pelajaran sebenarnya telah memuat materi-materi yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Pengembangan nilai-nilai pendidikan karkter di stiap mata oelajaran dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter ke dalam kompetensi dasar (KD) yang sesuai yang terdapat dalam standar Isi (Permendiknas No 22 tahun 2006).
Jumlah KD di setap mata pelajaran yang dapat diintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter tentu berbeda, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Selanjutnya kompetensi dasar yang dapat diintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dikembangkan pada silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Sebagai contoh, berdasarkan materi “Mengenai sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi” dan kompetensi dasar “Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya”. Nilai karakter yang dapat dimunculkan yaitu jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.

2.      Mengintegrasikan ke dalam Mata Pelajaran Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuer untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah atau disebut dengan kearifan lokal. Materi dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas, potensi dan keunggulan daerah, serta ketersediaanlahan, sarana prasarana dan tenaga pendidik.
Sasaran pembelajaran kearifan lokal adalah pengembangan jiwa kewirausahaan dan penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan. Nilai-nilai kewirausahaan yang dikemangkan antara lain inovasi, kreatif, berpikir kritis, eksplorasi komunikasi, kemandirian dan memiliki etos kerja. Nilai-nilai budaya yang dimaksud antara lain kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepekaan terhadap lingkungan, dan kerja sama.
Penanaman nila-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat dilakukan dengan cara guru memberikan tugas secara kelompok mengobservasi dan mengidentifikasi budaya atau sumber daya yang ada di lingkungan tempat tinggal.
Melalui observasi langsung ke lingkungan guru memiliki beberapa tujuan untuk dimiliki siswa setelah kegiatan berlangsung. Nilai karakter dan kemampuan yang diharapkan yaitu jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, peuli sosial dan tanggung jawab.

3.      Melalui Kegiatan Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri meliputi beragam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat siswa, seperti kegiatan pramuka, paskibraka, olahraga, seni, kegiatan ilmiah melalui olimpiade dan lomba mata pelajaran. Kegiatan pembiasaan yaitu kegiatan rutin elalui upacara bendera dan ibadah bersama.
Kegiatan terprogram melalui pesantren Ramadhan, buka puasa bersama, pelaksanaan Idul Qurban. Keteladanan melalui pembinaan ketertiban pakaian seragam anak sekolah. Pembinaan kedisiplinan, penanaman nilai akhlak mulia, penanaman budaya minat baca, penanaman budaya bersih dikelas dan lingkungan sekolah, penanaman budaya hijau.
Kegiatan nasionalisme melalui perayaan hari kemerdekaan RI, peringatan hari pahlawan, peringatan hari pendidikan nasional. Kegiatan out door learning dan training melalui kunjungan belajar dan studi banding.

Pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran student centered daripada teacher centeredBelajar bukan sekedar pasif menerima materi guru tetapi proses aktif menggali pengalaman lama, mencari dan menemukan pengalaman baru serta mengasimilasi dan menghubungkan antara keduanya shingga membentuk makna. Makna tercipta dari apa yang siswa lihat, dengar rasakan dan alami.



Sumber: Damayanti, Deni. 2014. Panduan Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Araska
 

0 comments:

Post a Comment

 

Sample text

Sample Text

Visitor

Flag Counter
 
Blogger Templates